Author: Administrator

Manfaat Sistem Parkir Dengan Menggunakan Tiket (Karcis Barcode)

Semakin maraknya pusat perbelanjaan, perkantoran, pemukiman horisontal seperti apartemen membutuhkan sistem pengelolaan parkir yang lebih aman dan cepat, apalagi bila sudah menyangkut tempat konvensi yang secara insidensial sering terjadi antrian mengingat waktu interval range check in dan check outnya hampir bersamaan waktunya.

Bila saja metode parkir yang digunakan masih tradisional alias konvensional kita bisa banyangkan betapa susahnya melayani dan mencover semua kendaraan keluar dan masuk. Potensi pendapatan dari sektor parkir sendiri cukup bagus, baik bagi pengelola maupun bagi pemerintah setempat dalam hal ini DISPENDA di daerah masing masing.

Banyak sekali metode otomatisasi parkir yang ada, mulai dari sistem karcis menggunakan barcode atau tidak (semi otomatisasi) atau pula menggunakan kartu PVC dan kesemuanya saat ini rata rata sudah di integrasikan dengan menggunakan kamera CCTV yang bisa mengcaptur kendaraan yang datanya disimpan dalam database.

Metode barcode akan mempermudah kros cek saat check out dari gateway keluar karena disertakan dengan barcode reader yang mampu membaca dengan cepat karcis dengan catatan karcis tidak dilipat lipat atau acak acak rusak yang membuat pembacaan dengan barcode scanner jadi susah.

Kebanyakan sistem ini membutuhkan beberapa perangkat bantu diantaranya Receipt Printer Thermal (karena butuh kualitas cetak barcode yang bagus) lalu barcode scanner rekomendasinya dengan menggunakan laser scanner, dan juga perangkap capture CCTV yang bisa zoom bagus. juga tentunya perangkat PC dan software sistem parkir.

Sumber: indoprinter.wordpress.com

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Cara Kerja Printer Barcode

Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang cara kerja printer barcode, mari kita simak artikelnya. Barcode printer adalah jenis printer dengan kategori berdasarkan kegunaannya, yaitu untuk mencetak label barcode.

Barcode printer pada umumnya adalah printer dengan teknologi thermal atau pemanasan. Barcode printer mencetak di kertas atau bahan lain dengan memanaskan bahan atau kertas tadi sehingga menjadi gosong (baca: terbakar). Apabila anda pernah menggunakan mesin ATM bank, maka sistem pencetakan label barcode juga sama seperti itu. Tulisan yang tercetak pada kertas ATM bank terbentuk dari pemanasan. (Catatan: Ada beberapa ATM kuno yang belum menggunakan teknologi thermal. Anda bisa mengenalinya demikian: pada saat mencetak struk, jika ATM mengeluarkan suara berderik kasar, maka mesin ATM tersebut belum menggunakan teknologi thermal). Jika anda ingin mengetahui cara kerja pemanasan tadi, cobalah meletakkan api dari korek api kira-kita 5cm dibawah kertas struk ATM. Maka kertas tadi akan cepat menjadi hitam. (Tentunya kertas biasa pun lama-lama akan menjadi hitam, namun reaksinya tidak secepat kertas thermal).

Printer barcode DIRECT THERMAL

adalah printer dengan teknologi DIRECT THERMAL. Yaitu kertas atau bahan dipanaskan langsung oleh thermal head (bagian pemanas) dari printer. Kelemahan jenis direct thermal ini adalah bahwa hasil cetak mudah pudar atau rusak, karena terpengaruh suhu.

Printer Barcode THERMAL TRANSFER

Cara kerja kedua disebut dengan THERMAL TRANSFER. Teknologi ini juga digunakan oleh alat cetak atau printer foto profesional. Intinya pada printer ini selain menggunakan kertas, juga menggunakan media yang disebut RIBBON. Ribbon inilah yang dipanaskan, sehingga warna dari ribbon akan lengket (transfer) ke kertas atau media. Hasil cetaknya jelas sudah tidak terpengaruh suhu, karena prinsipnya adalah pelengketan dengan panas.

Kalau anda masih bingung cara kerjanya, ini sangat mirip dengan stiker tempel yang dulu pernah terkenal dengan merek RUGOS. Bedanya kalau pada rugos, pemindahan ribbon (tulisan di Rugos) ke kertas adalah dengan penggosokan; kalau pada thermal transfer adalah dengan pemanasan.

Yang membedakan printer barcode dengan printer biasa juga adalah jenis packing kertas. Kalau printer pada umumnya menggunakan sistem lembaran (flat paper), printer barcode memakai sistem roll paper. Mungkin anda bertanya mengapa dengan roll paper? Misalnya jika anda hanya ingin mencetak 5 buah label barcode dengan ukuran stiker 2cm x 3cm, bayangkan jika anda memakai sistem paper A4. Akan banyak sekali kertas yang dibuang.

Saat ini sudah ada software FastBarcode yang bisa mencetak pada baris dan kolom tertentu pada kertas flat paper, sehingga tidak akan ada kertas yang terbuang. Saat ini harga printer barcode sudah semakin murah. Dan ada beberapa merek dengan harga terjangkau dan kami rekomendasikan seperti produk dari Taiwan SemiConductor atau TSC dan Postek.

Jika barcode printer adalah pilihan anda, maka anda harus mengetahui satu hal yang disebut dengan media type sensor. Sebelumnya anda harus tahu dulu bentuk dari barcode paper roll. Bayangkan sebuah gulungan kertas yang terdiri dari stiker label. Label ini nantinya akan dikelupas untuk ditempelkan pada produk anda. Antara label pada baris pertama dengan baris berikutnya dipisahkan oleh sebuah jarak atau disebut GAP. Setiap kali mencetak, printer barcode juga akan menembakan sinar dari arah atas ke arah bawah, yaitu melalui kertas . Jika yang ditembak adalah pada bagian kertas, maka sinar tidak akan menembus sensor bagian bawah. Namun jika yang ditembak adalah bagian GAP yang berupa kertas pelapis yang tipis, maka sensor bagian bawah akan menangkap sinar tersebut dan memberitahukan pada printer, bahwa setelah ini adalah proses pencetakan label berikutnya. Sistem ini disebut dengan penyinaran transmisi atau lazim disebut sensor TRANSMITIVE.

Sensor jenis kedua yang lazim digunakan disebut dengan REFLECTIVE. Kalau pada transmitive, memerlukan kertas dengan GAP, pada reflective tidak memerlukan GAP. Sebagai gantinya bagian belakang kertas Roll ditandai dengan blok warna hitam (disebut BLACK MARK). Kali ini cahaya dari arah bawah ditembakkan ke bagian belakang kertas. Jika mengenai warna hitam, cahaya akan terserap dan sensor akan mengenali bahwa itu tanda untuk mencetak pada baris atau label berikutnya.

Memang tampaknya cukup rumit. Namun setelah anda membeli sebuah barcode printer dan memperaktekannya, akan menjadi dimengerti dan jelas semuanya. Demikian artikel kali ini Cara Kerja Printer Barcode semoga bermanfaat untuk anda.

 

Sumber: kiosbarcode.com

 

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Sejarah Singkat Mengenai Barcode

Pada artikel kali ini kami ingin membahas sedikit tentang sejarah singkat mengenai barcode. Barcode atau kode batang adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang.

Pada tahun 1932, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Awalnya, teknologi kode batang dikendalikan oleh perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Lalu pada tahun 1948, pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadelphia, untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.

Kemudian Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland, lulusan Drexel patent application, bergabung untuk mencari solusi. Woodland mengusulkan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Prototipe ditolak karena tidak stabil dan mahal. Tangal 20 Oktober 1949 Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Akhirnya pada tanggal 7 Oktober 1952, mereka mendapat hak paten dari hasil penelitian mereka. 1966: Pertama kalinya kode batang dipakai secara komersial adalah pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Products Identification Standard (UGPIC).

Perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan kode batang untuk perdagangan retail adalah Monach Marking. Pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunications. Pada tahun 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Selain itu, sebuah komite dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar yang akan digunakan di industry.

Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru, seperti RFID, berusaha sejajar di pasaran AIDC, tetapi kesederhanaan, universalitas dan harga rendah kode batang telah membatasi peran sistem-sistem baru ini. Seharga US$0.005 untuk membuat kode barang bila dibandingkan dengan RFID yang masih seharga sekitar US$0.07 hingga US$0.30 per tag.

Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.

Sekian untuk artikel kali ini mengenai sejarah singkat barcode mudah-mudahan dapat membantu. terima kasih dan semoga bermanfaat.

 

Sumber: www.sewabarcode.com

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Sejarah, Kegunaan Dan Perkembangan Mesin Kasir

Mesin Kasir atau yang sering disebut juga dengan Cash Register merupakan peralatan Elektronik dan juga mekanik yang gunanya adalah untuk mencatat dan menghitung transaksi penjualan dari sebuahbadan usaha seperti : Supermarket, Cafe, restoran, dan banyak lagi lainnya! Mesin Kasir ini jugamemiliki tempat dimana seseorang dapat meletakan sejumlah uang dalam Cash Register Cash Drawer,dan Mesin Kasir juga memiliki memiliki kegunaan sebagai Pencetak hasil total jumlah Pembelian seseorang yang muncul dalam bentuk Struk atau Kertas yang berisikan rincian jumlah barang dan jumlah uang yang harus dibayarkan, dan keterangan lainnya yang di hasilkan dari mesin printer dari mesin kasir itu sendiri yang dapat menjadi bukti untuk pelanggan apa bila mereka telah berbelanja di tempat tersebut.

Sejarah Mesin Kasir

 Mesin cashir atau cash register ini asalnya di temukan oleh jamus Jacob Ritty yang merupakan pembuat dari mesin kasir itu sendiri! Penemuannya di mulai dari tahun 1879 paska perang sipil Amerika! James Ritty merupakan pemilik salon yang berada di Dayton, Ohio Amerika Serikat. Fungsi dari mesin kasir ini dimana asalnya sebagai pencatat komponen pajak dalam sebuah penjualan, namun,perkembangan teknologi membuat Mesin Kasir kini di dukung dengan menggunakan beberapa perangkat yang membantu lainnya seperti Pembaca Kartu Kredit Mesin EDC Electronic Data yang saat ini menjadi Trend yang berbasiskan Digital, Timbangan Digital, dan juga barcode Scanner Alat Pemindai barcode

Perkembangan Mesin Kasir

Mesin Kasir awalnya hanya di gunakan oleh beberapa perusahaan ternama saja, namun kini sudah merebah keberbagai / negara sehingga mesin kasir tersebut dapat di operasikan sesuai kegunaannya!

Kegunaan Mesin Kasir

Tujuan dibuatnya Mesin Kasir ini adalah guna menurunkan angka kesalahan dalam system penghitungan yang di lakukan oleh sumber daya manusia, sehingga hal ini bisa memperkecil potensi terjadinya kerugian sebuah perusahaan dengan perhitungan yang tepat, dan tentunya para pelanggan pun akan lebih puas dan tidak akan terjadikesalahan yang menyebabkan para pelanggan harus komplen pada pemilik usaha tersebut!

Kegunaan yang selanjutnya adalah, Mesin Kasir ini juga ditujukan untuk menghindari adanya kecurangan yang mungkin saja di lakukan oleh petugas kasir. Karena ketika para pelangan berbelanja, maka para pelanggan akan menerima struk pembeliannya sehingga semua rincian terdapat pada struk tersebut.

Mesin Kasir atau cash register electronic merupakan alat bantu keuangan yang sangat banyak digunakan untuk mempercepat transaksi jual beli. Kehadiran alat ini sudah tentu sangat membantu pekerjaan yang berhubungan dengan sistem transaksi jual beli, penerimaan uang seperti di toko, supermarket dan bisnis lainnya. Banyak masyarakat yang masih berpikir dan beranggapan bahwa harga perangkat ini sangat mahal. Padahal saat ini semakin banyak pilihan merek produk cash register dengan harga yang murah sampai mahal tergantung keunggulan masing-masing.

 

Sumber: tissorindonesia.com

 

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

4 MASALAH SISTEM POS UMUM YANG MUDAH DIHINDARI

Sistem POS harus dapa sebagai alat untuk membantu Retailer mencapai untuk kesuksesan mereka, baik itu dari sisi penjualan, kepuasan pelanggan, persediaan, keuangan hingga ke proyeksi pertumbuhan, dsb. Nah, maka dari itu jika Sistem POS mengalami gangguan maka proses kerja akan terganggu dan jika berlangsung lama maka tujuan yang ingin dicapai oleh Retailer dapat tidak tercapai. Permasalahan dalam Sistem POS bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Ada beberapa masalah umum yang berkaitan dengan teknologi Sistem POS yang dapat dengan mudah dihindari. Mari kita lihat beberapa masalah ini dan cara mencegah atau meminimalkannya.

1. Daya Listrik.

Banyak peralatan elektronik yang ada di toko Anda, mulai dari AC, Lampu, Komputer/ Laptop, dsb. Dengan banyaknya peralatan elektronik yang aktif secara bersamaan dan jika arus listrik yang mengalir tidak stabil maka sewaktu-waktu dapat mengalami lojakan daya yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dari peralatan elektronik dan jika yang terganggu adalah PC/ Laptop untuk Sistem POS Anda maka dapat menggangu proses pelayanan konsumen. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya jika Anda menyiapkan stabilizer atau bisa juga UPS untuk membantu menstabilkan daya listrik pada peralatan-peralatan yang berhubungan dengan transaksi Sistem POS seperti PC/ Laptop, Printer, Modem, dsb

2.Kabel

Toko merupakan tempat yang sangat sibuk. Karyawan, akan larut dalam kesibukan mereka mulai dari Sales, Kasir dan untuk beberapa tempat ada juga security. Jika Anda memiliki instalasi kabel yang buruk, maka karyawan dapat secara tidak sengaja tersandung kabel listrik yang terhubung pada peralatan Sistem POS Anda, bisa kabel PC, Printer atau bahkan kabel listrik yang secara tidak sengaja tercabut yang dapat mengganggu dalam proses pelayanan pelanggan. Sistem manajemen kabel yang baik yang mengatur kabel dengan cara yang rapid an teratur membuatnya jelas bahwa kabel terhubung akan diberikan pengamanan dan penataan yang rapi untuk mengindari permasalahan.

3. Perangkat Keras/ Hardware.

Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi minimal merupakan salah satu pertimbangan para retailer dalam memilih Sistem POS. Namun, jangan sampai perangkat keras yang dipilih merupakan kualitas kedua dimana biasanya perangkat keras kualitas kedua ini tidak didukung dengan performance yang mumpuni, dengan kata lain, mereka tidak diproduksi dari komponen kelas industri dan mampu digunakan dengan frekusensi pekerjaan yang tinggi. Agar tidak salah pilih, sebelum menentukan perangkat keras yang dipilih, tidak ada salahnya Anda meminta spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan Sistem POS Anda. Mulai dari Spesifikasi PC/ Laptop, Printer, Jenis kabel LAN, Ukuran kertas printer dll. Mengumpulkan pemahaman tentang semua kebutuhan minimal yang dibutuhkan Sistem POS.

4. Internet

 Jika Anda menggunakan Sistem POS Berbasis Cloud, maka koneksi Internet adalah “nyawa” dari semuanya. Tanpa ada Listrik, kabel yang berantakan atau hardware yang salah tidak akan banyak berpengaruh jika dibandingkan dengan tidak ada koneksi Internet. Tanpa koneksi Internet maka meskipun listrik menyala dan perangkat keras yang Anda gunakan kualitas terbaik maka Sistem POS tetap tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, pilihlah vendor Internet yang terbaik di lokasi toko Anda dan jangan lupa menyiapkan 1 backup line Internet sebagai cadangan jika koneksi utama sedang tidak bersahabat.

Sumber: turboly.com

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Pembaruan Windows 10 Lebih Sedot Kapasitas “Harddisk”

Microsoft memperbarui sistem operasi Windows 10 dengan menambahkan fitur penyimpanan khusus atau disebut “reserved storage”.

Tujuannya mengatur ruang penyimpanan (disk space) pada komputer agar selalu siap memperbarui sistem operasi secara otomatis. Hanya saja, mekanisme kerjanya memicu kontroversi.

Pasalnya, reserved storage memakan disk space mulai dari 7 GB. Dalam keadaan “tak dibutuhkan”, reserved storage berisi aplikasi-aplikasi, temporary files, dan system chace.

“Ketika dibutuhkan untuk update, file yang tak dibutuhkan di reserved storage bakal dihapus dan update akan menggunakan kapasitas tersebut,” kata Program Manager Microsoft, Jesse Rajwan.

“Ini memungkinkan pengguna untuk menginstal dan memperbarui sistemnya tanpa harus bersih-bersih disk space terlebih dahulu, bahkan ketika pengguna memiliki kapasitas disk space yang minim,

” ia menambahkan. Kedengarannya memang masuk akal, namun perlu dicatat bahwa reserved storage tak bisa dihapus. Artinya, 7 GB dari disk space pengguna yang semestinya bisa digunakan untuk hal lain hanya akan tersedot ke reserved storage.

Menyadari hal ini, Microsoft pun memberikan solusi. Pengguna bisa mengurangi kapasitas reserved storage dengan dua cara, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (28/1/2019), dari DigitalTrends.

Pertama, pengguna bisa menghapus fitur-fitur opsional dari sistem dengan memilih Settings > Apps > Apps & features > Manage optional features. Menghapus fitur opsional akan mengurangi jumlah ruang yang diambil reserved storage.

Kedua, pengguna bisa menghapus semua bahasa Windows yang terinstal dan tak dibutuhkan. Caranya dengan memilih Settings > Time & Language > Language, lalu pilih uninstal bahasa-bahasa yang tak dipakai. Mekanisme ini juga bakal mengurangi kapasitas reserved storage.

Pembaruan Windows 10 dalam versi 1903 dengan reserved storage ini dijadwalkan resmi meluncur pada April 2019 mendatang. Untuk sementara, hanya pengguna yang bergabung dalam Windows Insider Program yang bisa menjajalnya.

 

Sumber: kompas.com

 

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Fitur “Picture in Picture” Kini Sudah Bisa di WhatsApp Web

Pada bulan desember 2018 lalu, WhatsApp resmi merilis fitur Picture in Picture (PiP) yang memungkinkan penggunanya untuk menonton video sambil chatting untuk pengguna mobile Android.

Video yang dikirim dari YouTube, Instagram, dan Facebook akan terputar di ruang obrolan tanpa pengguna harus meninggalkan aplikasi WhatsApp.

Sebelumnya, ketika pengguna mengklik tautan video, akan diarahkan ke sumber asli video yang artinya harus meninggalkan aplikasi.

Fitur tersebut kini sekarang juga hadir di WhatsApp versi Web dalam versi 0.3.2041. Di versi sebelumnya, yakni 0.3.20146, fitur PiP hanya bisa memutar video yang dibagikan pengguna lain saja, bukan bersumber dari platform berbagi video.

Dengan pembaruan ini, fitur PiP bisa berfungsi sebagaimana yang ada di versi mobile. Kabar ini diumumkan oleh WABetaInfo yang kerap membocorkan fitur terbaru WhatsApp.

Untuk mencoba fitur ini, buka WhatsApp melalui web di alamat web.whatsapp.com. Kemudian pindai barcode yang tersedia di layar melalui aplikasi WhatsApp mobile. Untuk mengetahui versi WhatsApp web yang Anda gunakan, pergi ke menu setting dengan megklik ikontitik tiga ( “…”) yang sejajar dengan foto profil.

Kemudian pilih opsi “Help” (bantuan), lalu lihat verisnya yang berada di bagian bawah logo WhatsApp. Baca juga: Semua Pengguna WhatsApp Android Kini Bisa Nonton Video Sambil Chatting

Untuk menjajalnya pastikan versi WhatsApp yang digunakan adalah 0.3.2041. Jika masih versi lama, hapus chache pada browser lebih dulu dengan me-restart browser.

Pastikan pula Anda mendapatkan atau mengirim pesan yang memuat tautan konten video yang berasal dari Facebook, YouTube, atau Instagram. Saat Anda mengklik tombol “Play” dalam video tersebut, video akan terputar dan mengambang di ruang obrolan video. Tangkapan layar tampilan fitur Picture in Picture di WhatsApp Web(WABetaInfo), Senin (28/1/2019).
Sementara itu, pengguna bebas chatting atau berpindah ke ruang obrolan lain, tanpa menyetop video atau keluar dari aplikasi WhatsApp. Seperti di versi mobile, pengguna juga bisa memperbesar ukuran video atau memutarnya dengan layar penuh.

WhatsApp tengah menggodok fitur ini untuk hadir di versi desktop dalam waktu dekat, seperti dikutip KompasTekno dari WABetaInfo, Senin (28/1/2019).

 

Sumber: kompas.com

 

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Kembangkan Pengganti Android, Google Gaet Pejabat Apple

Google merekrut veteran pengembang MacOS Apple, Bill Stevenson, untuk membantu mengembangkan Fuchsia. Fuchsia adalah sistem operasi baru yang tengah dikembangkan Google.
Google bercita-cita membuat Fuschia yang menyatukan sistem operasi untuk dua perangkat berbeda itu. Sehingga, Fuchsia bisa berjalan baik di smartphone maupun laptop.

Fuchsia juga diharapkan bisa berjalan pada perangkat speaker cerdas (smart speaker). Bahkan menurut beberapa laporan, Google bakal menempatkan Fuchsia untuk smartspeaker sebelum ditempatkan di smartphone ataupun laptop.

Rencananya, OS bari ini akan mengeser sistem operasi Android untuk ponsel dan Chrome untuk produk laptop mereka.

Meski sudah banyak diberitakan, namun Google belum mengakui keberadaan Fuchsia. Google juga tak mencegah bocoran- bocoran soal sistem operasi itu di internet yang sudah mulai ramai sejak 2016.

Pada pertengahan tahun lalu, sebuah laporan menyebut Google butuh tiga tahun lagi agar siap untuk meluncurkan speaker cerdas Fuchsia. Selain itu diperkirakan butuh tambahan dua tahun lagi untuk membawa sistem operasi baru itu ke smartphone dan laptop.

Stevenson adalah insinyur yang telah bekerja untuk Apple selama 14 tahun. Ia akan bergabung dengan Google pada bulan Februari mendatang seperti tertulis dalam tulisan yang dipostkan di LinkedIn pria ini.

“Saya sangat senang untuk memberitahukan kalau Februari mendatang saya akan bergabung dengan Google dan membantu mengembangkan sistem operasi baru yang dinamakan Fuchsia ke pasar,” tulisnya seperti dilaporkan 9to5Google.

Stevenson sendiri memulai karir di Apple sejak 2004 sebagai Product Release Engineer untuk sistem operasi Mac OS X. Empat tahun kemudian ia menjabat sebagai Senior Engineering Program Manager dan pada 2012 ia menjadi Senior Manager untuk manajemen program Mac/Windows.

Ia juga bekerja dengan pengembang pihak ketiga dan tim pengembang software dan hardware pihak ketiga di Apple. Seluruh keahlian Stevenson sepertinya cocok dengan kebutuhan Google dalam pengembangan Fuchsia yang juga ditujukan untuk perangkat laptop dan desktop, serta perangkat lainnya, seperti dilaporkan BGR.

Google tengah bersiap untuk menggeser Android di masa depan. Bulan lalu Google merilis versi stabil dari perangkat pengembangan aplikasi anyarnya, Flutter.
Dengan perangkat ini, pengembang bisa membangun aplikasi yang bisa berjalan di Android, iOS, dan Fuchsia.

Selain itu, bocoran lain menyebut kalau aplikasi Android nantinya bisa berjalan di platform Fuchsia. Dengan demikian Google berusaha menjaga agar transisi dari Android ke Fuchsia berjalan semulus mungkin.

Di Apple, tiap insinyur terlibat setiap perusahaan itu mengeluarkan sistem operasi baru, mulai dari Lion hingga Mojave. Mereka juga mengawasi pembuatan fitur lain seperti AirPlay, Find My Mac, iCloud untuk Mac, dan AirDrop.
Sumber: cnnindonesia.com

Untuk kamu yang memiliki kebutuhan Barcode System Automation di bidang Sistem Retail Informasi (RIS), Identifikasi Otomatis dan Data Capture (AIDC), Komputasi mobile dan solusi RFID, silahkan kunjungi parter kami yang berada di Kota Medan.

Website link : https://www.barcodemedan.com/

Manfaat Dan Fungsi Barcode

Pengertian Barcode dapat diartikan sebagai kumpulan kode yang berbentuk garis, dimana masing-masing ketebalan setiap garis berbeda sesuai dengan isi kodenya. Barcode pertama kalinya diperkenalkan dan dipatenkan di Amerika oleh Norman Joseph Woodland dan Bernard Silver, mahasiswa Drexel Institute of Technology pada akhir 40-an. Implementasi Barcode dimungkinkan atas kerja keras dua orang insinyur yaitu Raymond Alexander dan Frank Stietz. Sampai akhirnya pada tahun 1966 Barcode digunakan untuk kepentingan komersial meskipun belum terlalu dirasakan keberhasilannya sampai tahun 80-an.

Contoh Gambar Barcode 1d

Barcode adalah informasi terbacakan mesin ( machine readable ) dalam format visual yang tercetak. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca barcode atau lebih dikenal dengan Barcode Scanner. Merk Barcode Scanner yang terkenal diantaranya DATALOGIC PSC,HHP, CHIPERLAB, ZEBEX, dan lain-lain. Seiring semakin bertambahnya penggunaan barcode, kini barcode tidak hanya bisa mewakili karakter angka saja tapi sudah meliputi seluruh kode ASCII. Kebutuhan akan kombinasi kode yang lebih rumit itulah yang kemudian melahirkan inovasi baru berupa kode matriks dua dimensi (2D barcodes) yang berupa kombinasi kode matriks bujur sangkar. 2D Barcode ini diantaranya adalah PDF Code, QRCode, Matrix Code dan lain-lain. Dengan menggunakan 2D code karakter yang bisa kita masukkan ke Barcode bisa semakin banyak, dengan 1D Barcode biasanya kita hanya memasukkan kode 5-20 digit tetapi dengan 2D Barcode kita bisa memasukkan sampai ratusan digit kode.

Contoh Gambar Barcode 2d

Barcode yang kita kenal dan yang paling gampang kita ketahui manfaatnya yaitu kalau kita belanja di supermarket atau swalayan. Kita dapat melihat manfaat dari Barcode dapat meningkatkan kecepatan dalam melayanai pelanggan dan meningkatkan akurasi data produk yang di input oleh kasir.
Di Indonesia sendiri organisasi yang mengelola dan mengatur penggunaan Barcode adalah GS1. Dengan mendaftarkan kode barcode perusahaan ke GS1 maka perusahaan tersebut akan mendapatkan kode barcode khusus yang tidak akan bisa diduplikasi oleh perusahaan lain. Simbologi yang dipakai di GS1 adalah EAN atau Europe Article Number yang terdiri dari 13 atau 8 digit. Informasi lebih lanjut mengenai GS1 bisa dilihat di situsnya www.gs1.com.

 

Penggunaan Barcode sangat dirasakan manfaatnya mulai dari kebutuhan Retail, Industri, Farmasi, Bidang Kesehatan, dan bahkan di instasi pemerintahan seperti PLN, dimana untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan mulai menggunakan Barcode System.

 

Berdasarkan kegunaannya terdapat 6 kategori kegunaan barcode, yaitu :

  • Barcode untuk penerbitan. Barcode untuk keperluan penerbitan, sering digunakan pada penerbitan suatu produk, misalkan barcode yang menunjukkan ISSN suatu buku.
  • Barcode untuk keperluan farmasi. Barcode untuk keperluan farmasi biasanya digunakan untuk identifikasi suatu produk obat-obatan. Salah satu barcode farmasi adalah barcode jenis HIBC.
  • Barcode untuk keperluan retail. Barcode untuk keperluan retail, salah satu contohnya adalah UPC (Universal Price Codes), biasanya digunakan untuk keperluan produk yang dijual di supermarket.
  • Barcode untuk keperluan non retail. Barcode untuk kepentingan non retail, misalkan barcode untuk pelabelan buku-buku yang ada di perpustakaan. Salah satu tipe barcode untuk keperluan non retail ini adalah Code 39.
  • Barcode untuk keperluan packaging. Barcode untuk packaging biasanya digunakan untuk pengiriman barang, dan salah satunya adalah barcode tipe ITF, Dll.

Cotntoh barcode Scanner

 

Keuntungan penggunaan barcode, antara lain :

  • Proses Input Data lebih tepat, karena : Teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data.
  • Proses Input Data lebih cepat, karena : Barcode Scanner dapat membaca/merekam data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
  • Mengurangi biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang.
  • Penelusuran informasi data lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
  • Memiliki nilai tawar lebih tinggi/prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan/kompetitor akan lebih terjaga.

Demikian artikel tentang mengenal manfaat dan fungsi barcode yang dapat saya sampaikan.
Semoga bermanfaat.

  • Peningkatan Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.

sumber : rumahbarcode.com

Mengetahui Cara Kerja, Kegunaan, dan Perawatan Barcode Scanner

Pernahkah terlintas di benak Anda bagaimana cara barcode scanner bekerja dalam mengecek harga barang di supermarket? Bila diperhatikan setiap barang yang ada di supermarket dilabeli kode batang atau kode garis yang biasa disebut barcode. Barcode inilah yang membantu pihak supermarket mengetahui informasi suatu barang beserta harganya. Barcode ini terdiri dari deretan garis hitam tebal dan tipis yang diberi jarak dengan garis putih serta diberi angka atau huruf di bawahnya. Berdasarkan konsep digital, ada dua sinyal data yang bersifat boolean, yaitu angka 0 dan 1. Dari hal ini, konsep tersebut diterapkan pada barcode yang terdiri dari garis hitam dan putih. Warna hitam mewakili angka 0 dan warna putih mewakili angka 1. Mengapa harus demikian? Karena cahaya yang dipancarkan oleh barcode scanner akan diserap warna hitam kemudian warna putih akan memantulkannya kembali cahaya tersebut.

Sistem yang sering digunakan adalah pengkodean biner dengan daftar kode biner 7 digit untuk membuka kode garis dari Amerika yaitu American Standard Code for Information Interchange (ASCII). Tiap garis mewakili angka 1 dan sela kosong atau garis putih mewakili angka 0 yang memiliki ruangan untuk 113 baris. Masing-masing ketebalan garis hitam pada barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh barcode scanner sehingga terbacalah kode angka, huruf maupun karakter khusus. Kemudian, kode garis tersebut dikirim ke komputer untuk dibaca dan diubah maknanya agar informasinya dapat dimengerti banyak orang dengan cepat, tepat, dan akurat. Dengan demikian, kegunaan barcode dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengelompokkan, menandai, dan mengidentifikasi barang dengan lebih mudah. Dari barcode Anda dapat mengetahui informasi suatu barang, harga, status barang, dan identitas pembeli atau peminjam barang.
  2. Mengetahui harga barang dan asal barang. Barcode biasanya diberi kode negara dan tempat asal pembuatan
  3. Lebih cepat dalam mengecek barang. Suatu pabrik atau perusahaan dapat mengetahui informasi barang apa saja yang masih tersisa atau sudah terjual di pasaran secara akurat.
  4. Mengurangi kesalahan pengetikan nama, harga, status, jenis dan informasi yang berkaitan dengan barang. Jika menggunakan barcode, maka hal tersebut dapat dihindari dan memudahkan orang mengelola data dengan tepat.

Lalu, bagaimana cara merawat barcode scanner? Perawatan barcode scanner penting sekali untuk dilakukan agar performa kerja scanner tetap berjalan baik hingga bertahun-tahun. Pertama, bersihkan permukaan kaca barcode scanner dengan kain yang lembut seperti kain microfiber agar serat kain tidak menempel di permukaan kaca. Kemudian, selalu ingat untuk menaruh barcode scanner di tempatnya dengan rapi dan aman setelah selesai digunakan. Bila perlu siapkan tempat khusus seperti hand-held barcode scanner untuk meletakkan barcode scanner di dekat area kerja agar bisa cepat dijangkau saat diperlukan. Anda juga dapat menggunakan salah satu barcode scanner andalan dengan kualitas terbaik dari Kana Secure.

Scroll to top