News

Post updates on the status of your app

Mengetahui Cara Kerja, Kegunaan, dan Perawatan Barcode Scanner

Pernahkah terlintas di benak Anda bagaimana cara barcode scanner bekerja dalam mengecek harga barang di supermarket? Bila diperhatikan setiap barang yang ada di supermarket dilabeli kode batang atau kode garis yang biasa disebut barcode. Barcode inilah yang membantu pihak supermarket mengetahui informasi suatu barang beserta harganya. Barcode ini terdiri dari deretan garis hitam tebal dan tipis yang diberi jarak dengan garis putih serta diberi angka atau huruf di bawahnya. Berdasarkan konsep digital, ada dua sinyal data yang bersifat boolean, yaitu angka 0 dan 1. Dari hal ini, konsep tersebut diterapkan pada barcode yang terdiri dari garis hitam dan putih. Warna hitam mewakili angka 0 dan warna putih mewakili angka 1. Mengapa harus demikian? Karena cahaya yang dipancarkan oleh barcode scanner akan diserap warna hitam kemudian warna putih akan memantulkannya kembali cahaya tersebut.

Sistem yang sering digunakan adalah pengkodean biner dengan daftar kode biner 7 digit untuk membuka kode garis dari Amerika yaitu American Standard Code for Information Interchange (ASCII). Tiap garis mewakili angka 1 dan sela kosong atau garis putih mewakili angka 0 yang memiliki ruangan untuk 113 baris. Masing-masing ketebalan garis hitam pada barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh barcode scanner sehingga terbacalah kode angka, huruf maupun karakter khusus. Kemudian, kode garis tersebut dikirim ke komputer untuk dibaca dan diubah maknanya agar informasinya dapat dimengerti banyak orang dengan cepat, tepat, dan akurat. Dengan demikian, kegunaan barcode dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk mengelompokkan, menandai, dan mengidentifikasi barang dengan lebih mudah. Dari barcode Anda dapat mengetahui informasi suatu barang, harga, status barang, dan identitas pembeli atau peminjam barang.
  2. Mengetahui harga barang dan asal barang. Barcode biasanya diberi kode negara dan tempat asal pembuatan
  3. Lebih cepat dalam mengecek barang. Suatu pabrik atau perusahaan dapat mengetahui informasi barang apa saja yang masih tersisa atau sudah terjual di pasaran secara akurat.
  4. Mengurangi kesalahan pengetikan nama, harga, status, jenis dan informasi yang berkaitan dengan barang. Jika menggunakan barcode, maka hal tersebut dapat dihindari dan memudahkan orang mengelola data dengan tepat.

Lalu, bagaimana cara merawat barcode scanner? Perawatan barcode scanner penting sekali untuk dilakukan agar performa kerja scanner tetap berjalan baik hingga bertahun-tahun. Pertama, bersihkan permukaan kaca barcode scanner dengan kain yang lembut seperti kain microfiber agar serat kain tidak menempel di permukaan kaca. Kemudian, selalu ingat untuk menaruh barcode scanner di tempatnya dengan rapi dan aman setelah selesai digunakan. Bila perlu siapkan tempat khusus seperti hand-held barcode scanner untuk meletakkan barcode scanner di dekat area kerja agar bisa cepat dijangkau saat diperlukan. Anda juga dapat menggunakan salah satu barcode scanner andalan dengan kualitas terbaik dari Kana Secure.

Leave a Reply

Scroll to top