News

Post updates on the status of your app

Strategi Marketing Menggunakan QRCODE

Saat ini semua sudah serba instan. Alih-alih memberikan deskripsi panjang lebar yang membosankan, para pemasang iklan kini cukup memberikan pemancing berupa kata-kata maupun visual yang membuat calon konsumennya menjadi penasaran, lalu memindai QR Code yang telah disertakan. Lalu, tuing! Anda langsung dapat mengetahui banyak hal dari apa yang diiklankan tersebut.

 

1. Memesan bir di bar


Sebuah bar di Jepang awal tahun ini mengklaim sebagai bar pertama yang menerima pesanan menggunakan QR code. Glass Dance, yang terletak di distrik Roppongi Tokyo, menarik banyak pelanggan dengan sistem pemesanan yang unik dengan julukan ‘QR Bar’.
Meskipun Anda bisa memesan dengan cara yang biasa dengan memesan langsung ke karyawan bar, memesan menggunakan handphone dengan menjentikkan QR code memberi Anda lebih banyak waktu dan sedikit tekanan untuk memutuskan pembelian Anda. Kekurangannya adalah Anda terlebih dahulu harus men-download aplikasi ePayment bernama Znap, yang juga menangani pembayaran tidak tunai. Hal itu tentunya menjadi halangan utama bagi penggunaan QR code yang sebenarnya menyenangkan dan nyaman untuk upaya pemasaran.
Bayangkan betapa mudahnya memesan menggunakan QR code dan kemudian meneruskan pemesanan ke bar melalui sistem lain seperti, melalui aplikasi chatting dan kemudian membayarnya, namun Anda memilih tanpa dipaksa untuk mengadopsi aplikasi epayment baru. Itu akan lebih baik. Tetapi jika Anda masih ingin mencobanya, Glass Dance terletak di 6-1-23 Roppongi, Minato-ku.

2. Menarik fans Facebook membeli ke toko Anda


Satu pusat perbelanjaan di Singapura mempekerjakan empat maskot QR seukuran manusia dalam bentuk tas belanja yang dihiasi dengan QR code besar untuk kampanye penjualan musim panas tahunannya yang lalu. Maskot di mall VivoCity bernama VivoCity Codeys tersebut berjingkrak-jingkrak, menarik pembeli untuk mengeluarkan handphone mereka dan meng-scan QR code.
Mereka yang meng-scan QR code akan diarahkan ke halaman promo kontes untuk memasukkan identitas diri mereka guna mendapat kesempatan memenangkan hadiah; mereka juga harus ’like’ page Facebook mall. Meskipun rumit, itu adalah contoh yang pemasaran offline QR code yang baik untuk industri brick-and-mortar. Agen pemasaran di balik promo tersebut mengatakan bahwa fans Facebook mall bertambah dua kali lipat dengan mendapatkan 4.400 ‘like’ baru dari total 8.618 orang yang meng-scan QR code dan terarah ke halaman promo. Meskipun setengah orang mundur dari seluruh proses, promo tersebut terbukti menjadi cara yang efektif untuk menarik fans Facebook baru.

3. QR code fashion


QR code sebenarnya tidak begitu menarik bagi mata, tapi tidak berarti mereka tidak dapat dipercantik dan dihubungkan dengan pakaian. Mahasiswa di sekolah fashion Esmod di Beijing menjawab tantangan pada tahun 2012 untuk membuat pakaian hi-tech.
Salah satu contoh yang paling menyenangkan adalah gaun yang terbuat dari bahan peka cahaya (digambarkan di atas) yang, di bawah kilauan cahaya tertentu termasuk flash kamera menampilkan QR code.

 

 

Sumber : id.techasia.com

Leave a Reply

Scroll to top